Kamis, 05 Maret 2020

budaya dan komunikasi kacamata suryandari


Review Buku: Komunikasi Lintas Budaya
Nikmah Suryandari

1.      IDENTITAS BUKU
Judul                            : Komunikasi Lintas Budaya
Nama Penulis               : Nikmah Suryandari
Tempat Terbit              : Surabaya
Penerbit                        : CV. Putra Media Nusantara (PNM)
Tahun Terbit                : 2019
Jumlah Halaman          : 69
2.      ISI REVIEW BUKU
                  Buku komunikasi lintas budaya ini mengawali dengan menjalaskan bagaimana sejarah teori komunikasi antar budaya di rumuskan. Yang mana awal dari komunikasi antar budaya terjadi pada peering dunia kedua. ketika Amerika mendominasi panggung dunia. Bagaimanapun, disadari pemerintah dan pebisnis bekerja melewati benua, dan berpindah-pindah dan akhirnya mereka sering menyadari perbedaan buadaya yang terjadi. Kendala utama adalah bahasa, bagimana mereka harus mempersiapkan ini dan hal ini menjadi tantangan bagi omunikasi lintasbudaya yang mereka jalani. Sebagai respon, pemerintah Amerika pada tahun 1946 membangun sebuah FSI (Foreign Service Institute). FSI ini kemudian memilih Edward T. Hall dan beberpa ahli antropologi dan bahasa termasuk Ray Birdwhistell dan George Trager untuk mengurus keberangkatan dan kursus untuk para pekerja yang biasa keluar negeri. Karena bahan pelatihan antarbudaya masih jarang/langka maka mereka mengembangkan keahlian mereka sendiri. Alhasil, FSI memformulasikan cara baru untuk melihat baudaya dan komunikasi, dan Komunikasi Lintas Budaya lahirlah studi komunikasi antarbudaya .
                  Kemudian dijelaskan juga bahwa Studi komunikasi antarbudaya, menggabungkan 2 unsur yaitru budaya dan komunikasi. Hubungan antara budaya dan komunikasi begitu kompleks, perspektif dialektis mengasumsikan bahwa budaya dan komunikasi saling berhubungan dan timbal balik. Jadi, budaya mempengahui komunikasi dan sebaliknya.
                  Dalam perkembangannya, ternyata budaya tidak hanya mempengaruhi komunikasi melainkan juga memainkan peranannya melalui komunikasi, sehingga ketika budaya tersebut masuk dalam ranah komunikasi, budaya juga dipengaruhi oleh komunikasi. Dengan kata lain, budaya dipaksa menyesuaikan dengan berbagai aturan komunikasi yang bermain di dalam suatu komunitas budaya tertentu. Komunikasi antarbudaya mendeskripsikan bagaimana berbagai aspek budaya memainkan peranannya dalam perbincangan komunitas di suatu tempat, maksudnya dalam suatu konteks tertentu. Dengan kata lain, aspek-aspek budaya tersebut mencoba untuk mengerti pola komunikasi yang dikondisikan secara social dan mem-berikan suara pada identitas sosial. Secara singkat, aspek-aspek budaya menganalisis bagaimana bentuk dan ke-rangka budaya (yaitu terminologi, ritual, mitos, dan drama sosial) memainkan peranannya melalui norma-norma yang terstruktur dari suatu perbincangan dan interaksi.
                  Identitas adalah masalah inti untuk kebanyakan orang. Ini adalah tentang siapa kita dan orang lain berpikir tentang kita. Bagaimana kita memahami siapa kita? Dan bagaimana kita berkomunikasi identitas kita kepada orang lain? Sebuah teori yang berguna adalah bahwa dari manajemen kesan-bagaimana Orang menampilkan diri dan bagaimana mereka membimbing kesan lain membentuk dari mereka.
                  Komunikasi non verbal merupakan hal yang penting dalam pembelajaran komunikasi antarbudaya karena orangorang menilai orang lain berdasarkan perilaku non verbal, menggunakan pesan non verbal untuk memberikan kesan dan menggunakan pesan non verbal untuk mengatur interaksi. Komunikasi non verbal terikat dengan budaya. Komunikasi non verbal memiliki 5 fungsi yaitu untuk mengulangi, melengkapi, menggantika perilaku verbal, uentuk mengatur, dan untuk menyangkal suatu peristiwa komunikasi. 
                  Melalui hubungan, mereka juga telah belajar banyak tentang dunia yang berbeda satu sama lain. Manfaat  hubungan antarbudaya, diantaranya (1) memperoleh pengetahuan tentang dunia, (2) mematahkan stereotip, dan (3) memperoleh keterampilan baru. Dalam hubungan antar budaya, kita sering mempelajari informasi  spesifik tentang bahasa, pola budaya asing.