Review Buku: Komunikasi Lintas Budaya
Nikmah Suryandari
1. IDENTITAS BUKU
Judul
: Komunikasi Lintas Budaya
Nama
Penulis
: Nikmah Suryandari
Tempat
Terbit
: Surabaya
Penerbit
: CV. Putra Media Nusantara (PNM)
Tahun
Terbit
: 2019
Jumlah Halaman :
69
2. ISI REVIEW BUKU
Buku komunikasi lintas budaya ini mengawali dengan menjalaskan bagaimana
sejarah teori komunikasi antar budaya di rumuskan. Yang mana awal dari komunikasi
antar budaya terjadi pada peering dunia kedua. ketika Amerika mendominasi
panggung dunia. Bagaimanapun, disadari pemerintah dan pebisnis bekerja melewati
benua, dan berpindah-pindah dan akhirnya mereka sering menyadari perbedaan
buadaya yang terjadi. Kendala utama adalah bahasa, bagimana mereka harus
mempersiapkan ini dan hal ini menjadi tantangan bagi omunikasi lintasbudaya
yang mereka jalani. Sebagai respon, pemerintah Amerika pada tahun 1946
membangun sebuah FSI (Foreign Service Institute). FSI ini kemudian memilih
Edward T. Hall dan beberpa ahli antropologi dan bahasa termasuk Ray
Birdwhistell dan George Trager untuk mengurus keberangkatan dan kursus untuk
para pekerja yang biasa keluar negeri. Karena bahan pelatihan antarbudaya masih
jarang/langka maka mereka mengembangkan keahlian mereka sendiri. Alhasil, FSI
memformulasikan cara baru untuk melihat baudaya dan komunikasi, dan Komunikasi
Lintas Budaya lahirlah studi komunikasi antarbudaya .
Kemudian dijelaskan
juga bahwa Studi komunikasi antarbudaya, menggabungkan 2 unsur yaitru budaya
dan komunikasi. Hubungan antara budaya dan komunikasi begitu kompleks,
perspektif dialektis mengasumsikan bahwa budaya dan komunikasi saling
berhubungan dan timbal balik. Jadi, budaya mempengahui komunikasi dan
sebaliknya.
Dalam
perkembangannya, ternyata budaya tidak hanya mempengaruhi komunikasi melainkan
juga memainkan peranannya melalui komunikasi, sehingga ketika budaya tersebut
masuk dalam ranah komunikasi, budaya juga dipengaruhi oleh komunikasi. Dengan
kata lain, budaya dipaksa menyesuaikan dengan berbagai aturan komunikasi yang
bermain di dalam suatu komunitas budaya tertentu. Komunikasi antarbudaya
mendeskripsikan bagaimana berbagai aspek budaya memainkan peranannya dalam
perbincangan komunitas di suatu tempat, maksudnya dalam suatu konteks tertentu.
Dengan kata lain, aspek-aspek budaya tersebut mencoba untuk mengerti pola
komunikasi yang dikondisikan secara social dan mem-berikan suara pada identitas
sosial. Secara singkat, aspek-aspek budaya menganalisis bagaimana bentuk dan
ke-rangka budaya (yaitu terminologi, ritual, mitos, dan drama sosial) memainkan
peranannya melalui norma-norma yang terstruktur dari suatu perbincangan dan
interaksi.
Identitas adalah
masalah inti untuk kebanyakan orang. Ini adalah tentang siapa kita dan orang
lain berpikir tentang kita. Bagaimana kita memahami siapa kita? Dan bagaimana
kita berkomunikasi identitas kita kepada orang lain? Sebuah teori yang berguna
adalah bahwa dari manajemen kesan-bagaimana Orang menampilkan diri dan
bagaimana mereka membimbing kesan lain membentuk dari mereka.
Komunikasi non
verbal merupakan hal yang penting dalam pembelajaran komunikasi antarbudaya
karena orangorang menilai orang lain berdasarkan perilaku non verbal,
menggunakan pesan non verbal untuk memberikan kesan dan menggunakan pesan non
verbal untuk mengatur interaksi. Komunikasi non verbal terikat dengan budaya.
Komunikasi non verbal memiliki 5 fungsi yaitu untuk mengulangi, melengkapi,
menggantika perilaku verbal, uentuk mengatur, dan untuk menyangkal suatu
peristiwa komunikasi.
Melalui hubungan,
mereka juga telah belajar banyak tentang dunia yang berbeda satu sama lain.
Manfaat hubungan antarbudaya, diantaranya
(1) memperoleh pengetahuan tentang dunia, (2) mematahkan stereotip, dan (3)
memperoleh keterampilan baru. Dalam hubungan antar budaya, kita sering
mempelajari informasi spesifik tentang
bahasa, pola budaya asing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar